Ayo Ketawa! - Dalam sebuah ajang perlombaan keahlian senjata tajam tingkat nasional, tampillah tiga jagoan yang mewakili daerahnya masing-masing: ada Daeng dari Makassar, Teuku dari Aceh, dan seorang Blater dari Madura. Panitia menyiapkan beberapa ekor lalat hidup sebagai sasaran sabetan senjata.
Giliran pertama jatuh pada Daeng Makassar. Dengan konsentrasi penuh, ia mencabut badiknya. Begitu lalat dilepaskan panitia, SRET! Badiknya menyabet udara. Lalat itu seketika terbelah dua dan jatuh ke tanah. Penonton riuh bertepuk tangan memuji keahliannya.
Giliran kedua, Teuku Aceh maju dengan tenang. Kuda-kudanya kokoh. Begitu lalat kedua dilepaskan, kilatan rencong berkelebat sangat cepat. Tanpa sempat menghindar, lalat tersebut sudah tertusuk tepat di ujung rencong. Tepuk tangan dan sorak kagum penonton semakin membahana.
Kini tiba giliran terakhir, jagoan asal Madura—seorang Blater bernama Sakor.
Dengan gaya santai tapi penuh percaya diri, Sakor membuka sarung celurit khasnya—celurit bulu ayam dari baja pilihan yang mengkilap. Ia berdiri memiringkan badan, tangan kirinya menengadah ke atas, lalu dengan muka serius bilang ke panitia:
"Sakejjâ' ya, panitia... Ini jurus 'Nyonya Ojan' alias minta hujan dimusim kemarau, bârâ' bilâ'!"
Tangan karannya memegang gagang celurit rapat di pinggang, siap menyabet ke samping.
Panitia kemudian melepaskan lalat ketiga. BZZZZT!
Dengan kilat, Sakor mengibaskan celuritnya ke kanan-kiri—persis gerakan polisi lalu lintas yang menyuruh mobil cepat jalan pas macet.
Tapi apa yang terjadi? Lalat itu ternyata tidak jatuh! Lalat itu justru terbang makin kencang, makin tinggi, lalu hilang ke awan-awan.
Suasana arena mendadak hening. Penonton saling pandang, bingung, lalu mulai berbisik-bisik menyangka si Blater Madura ini sudah gagal total dan memalu-malukan.
Melihat penonton yang bengong, Sakor dengan santainya menyarungkan kembali celuritnya, membenarkan letak pecinya, lalu maju mendekati mikrofon sambil tersenyum lebar:
"Teng-tenteng dulu, jân-sanjân! Jâ' bingung murni bâng! Peppak teng-ateng..." kata Sakor dengan logat Madura yang kental.
"Sengaja le' lalatto tak tak-patayeh... Melatèh, bilâ'èpon mak enje' alakè! Kasihan dia masih bujang, tennang... Lah tak patayèh, cuman tak sunnat baè murni! Sampek reyya lalatta lah langsung sunnat rasul, korang apo polè?"
(Artinya: "Sengaja lalatnya tidak saya bunuh... Kasihan dia belum menikah! Saya tak bunuh, cuma saya sunat saja! Lalatnya sekarang sudah sunat rasul, mau apa lagi?")
Seketika arena yang tadinya sepi langsung meledak oleh gelak tawa dan tepuk tangan penonton! (ayoketawa)
Sakor Si Blater Madura Sunat Lalat Terbang
Ayo Ketawa Gudangnya Humor Indonesia
Kategori Humor
# Humor Daerah
# Lelucon Madura
Terima Kasih telah membaca Humor terbaik di Ayo Ketawa! Gudang Humor Indonesia dengan judul : Sakor Si Blater Madura Sunat Lalat Terbang. Anda punya cerita Lucu? Ayo kirim Cerita Lucu Anda melalui Form Kirim Humor
Bagikan Humor
Baca Humor lainnya :
Labels:
Humor Daerah,
Lelucon Madura
