Rahasia Kulkas Terbang dan Tiga Pria Apes

Ayo Ketawa! - Suatu hari di pintu surga, antrean tampak luar biasa padat mirip antrean tiket bioskop pas premiere film laris. Melihat antrean yang mengular, Malaikat Penjaga akhirnya membuat pengumuman:

"Perhatian semuanya! Hari ini kuota sangat terbatas. Hanya mereka yang meninggal dengan cara paling apes dan mengenaskan saja yang boleh masuk!"

Mendengar itu, orang pertama langsung maju dan mulai bercerita:

"Malaikat, dengarkan cerita apes saya. Hari itu saya curiga istri saya selingkuh. Saya pulang cepat ke apartemen saya di lantai 25. Benar saja, ada yang mencurigakan! Saya geledah seluruh ruangan dan menemukan si pria pengganggu sedang bergelantungan pasrah di balkon luar. Saya yang emosi langsung memukul jarinya pakai palu sampai dia jatuh! Tapi sialnya, dia jatuh di semak-semak dan masih hidup. Karena makin gelap mata, saya dorong kulkas besar di ruangan itu dan saya lemparkan ke bawah tepat menimpa dia! Tapi gara-gara terlalu capek dan emosi, jantung saya mendadak berhenti dan saya mati..."

Malaikat mengangguk-angguk terkesima, "Hmm... Sungguh hari yang sangat sial dan emosional. Baiklah, kamu boleh masuk!"

Orang kedua maju dengan wajah penuh lebam:

"Kalau saya beda lagi, Malaikat! Hari itu aneh sekali. Saya sedang olahraga di balkon apartemen lantai 26, tapi saya terpeleset dan jatuh. Beruntung, saya sempat mencengkeram tepi balkon lantai 25. Saya pikir saya bakal selamat pas pemilik apartemen keluar... Eh, bukannya ditolong, orang itu malah mukul jari-jari saya pakai palu! Saya lepas dan jatuh ke bawah. Ajaibnya saya masih hidup karena mendarat di semak-semak tebal. Tapi pas saya baru mau napas lego, tiba-tiba ada kulkas terbang jatuh menimpa saya... dan tahu-tahu saya sudah sampai di sini."

Malaikat menepuk jidatnya, "Aduh... Kematian yang benar-benar tragis dan apes! Oke, kamu juga boleh masuk."

Kini tibalah giliran orang ketiga. Malaikat menatapnya penasaran dan bertanya, "Nah, kalau kamu bagaimana? Apakah cerita kematianmu tak kalah mengenaskan dari dua orang tadi?"

Orang ketiga menarik napas panjang, bergidik kedinginan, lalu berbisik pelan:

"Begini Malaikat... Coba bayangkan... Anda sedang bersembunyi... kedinginan... tanpa busana... di DALAM KULKAS... lalu tiba-tiba kulkasnya dilempar dari lantai 25..."

"(ノ゚0゚)ノ~!!!" (***)